Rasa itu kian jauh
Saat ku tau simpatiku berlebih
Tapi hati yang buta selalu patuh
Pada perintah manusia yang keruh
Aku merintih malu
Ku coba menghapus, ah keluh
Itu yang selalu teradu dalam diriku
Mengharap terbuang tanpa jemu
Tanpa jerih, hingga semua berlalu
Aku semakin terjatuh
Parah,
Tanpa merasa alpa dan hina
Aku terus dirulung dosa
Menikmati indahnya dunia fana
Yang gemerlap penuh cinta buta
Hingga bayangan itu datang
Menghampiri malu jiwaku
Tak kuasa ingin melawan
Nuraniku patuh mohon ampunan
Kini, semua nyata berbeda
Ia hanya semu belaka
Ia hanya kenangan saja
Suramnya jalan awal cahaya
Istiqomah kuharap padaNya.











