RSS Feed

Pak Tua

ia berjalan dan terus berjalan menapaki segala rintangan bebatuan, namun raut lelah tiada terlihat di wajahnya. ia tetap mencari dan mengumpulkan pasir-pasir itu dari sungai. padahal pasir yang dipikulnya begitu berat, aku saja yang masih muda belum tentu bisa membawanya, tapi pak tua itu??? aku sungguh salut padanya.
"Demi sesuap nasi" begitu katanya ketika ku tanya mengapa ia mau memilih pekerjaan ini. Kasihan, sudah tua renta tapi masih harus merasakan penderitaan hidup. sungguh kejam dunia ini. "Pak, apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih mudah pak"? tanyaku, "Oalah neng, zaman sekarang nyari kerjaan susah, apalagi seperti bapak yang sudah tua begini, gak ada yang mau nerima bapak neng.. sudah tua tidak punya ijazah lagi, mana ada yang mau nerima bapak neng.." jawabnya polos. "Iya sih pak, tapi kasihan si bapak kalau harus secapek ini..", "gak apa-apa neng, yang penting masih bisa ngasih makan anak istri dan yang lebih penting HALAL"
Subhanallah.. aku begitu terharu mendengar ucapan bapak ini,
zaman sekarang jarang kita temui orang seperti bapak tua ini, yang ingin mencari nafkah walau sulit tapi halal, lebih banyak yang memilih jalan pintas, mudah tapi haram. apalagi kalau sudah kepepet mau yang kaya dengan yang miskin sama saja, hanya beda sebutan. yang kaya disebut korupsi yang miskin disebut mencuri.. Nauzubillah.. semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah pak tau di atas..

About amisha syahidah

selalu ingin berbagi hikmah disetiap kejadian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: