RSS Feed

Bayarlah Kesalahan di Sini, di Dunia ini



“Janganlah kamu melihat kepada kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah kepada Maha Besar-Nya Dzat yang kamu tentang.”
(Az Zahid, Bilal bin Sa’ad)
Suka atau tidak, kesalahan akan terbayar. Kebanyakan kita, tak suka bicara soal kesalahan. Tidak selalu karena kita lebih memilih kebaikan. Kadang memang itu alasannya. Tapi tidak selamanya . Kebanyakan kita tak suka bicara kesalahan, sebab ada ambiguitas di sana. Kita benci kesalahan, tapi toh kita melakukannya juga. Dalam bentuk yang beraneka rupa.
Kadang kesalahan itu kita jalani dengan sadar. Sesekali batin kita berperang. Tapi kita lantas menyerah kepada keadaan. Seakan kesalahan adalah kekuatan asing di luar diri kita. Padahal kita sendiri pelakunya. Seakan kesalahan itu sendiri lebih perkasa dari karunia kehendak yang diberikan Allah di dalam jiwa kita. Kita diam, pasrah dan berputar dari lingkaran kesalahan yang satu kelingkaran kesalahn yang lain.
Begitupun kita masih mencoba menghibur diri dengan pembenar-pembenar semu. Bahwa ini semata soal pilihan hidup.
Kesalahan telah ada sejak dulu, sejak manusia pertama diciptakan
Contoh : Nabi Adam AS.
Begitu Adam sadar dirinya salah, seketika itu ia langsung membayar kesalahannya. Bertaubat, memohon ampun, dan yang lebih penting ia menyadari bahwa dirinya salah. (QS. Albaqarah : 37)
Dan saat ini, kesalahan bukan sekedar kecelakaan atau pun ketidaksengajaan, bahkan sekarang kesalahan telah menjadi suatu yang sangat biasa di saat ini.
Sekarang kesalahan telah menjadi suatu seni, kreativitas, budaya dan arena uji teknologi, dan bahkan kesalahan sekarang adalah kesengajaan yang dibanggakan.
Orang yang tidak peduli dengan kesalahan yang dengan berani melanggar aturan, mereka bukan orang hebat. Ada ketidakberdayaan tersembunyi di sana. Karena suatu hari kita tak lebih hanya orang-2 lemah, yang terlalu banyak kekuatan lain yg tak bisa kita lawan, spt sakit, keriput dan kematian.
Kesalahan selalu saja mengotori kebeningan , menodai kejernihan dalam dimensinya yang luas. Karenanya kesalahan harus dibersihkan.
Seperti dijelaskan rasulullah, “sesungguhnya seorang manusia, jika ia melakukan dosa maka di hatinya akan tercoreng warna hitam, dan jika ia meninggalkan perbuatan dosa itu serta bertaubat darinya, maka hatinya kembali bersih. Jika ia kembali melakukan dosa itu, maka hitamnya akan ditambah hingga menutupi seluruh hatinya, itulah tutupan yg disebutkan Allah SWT dalam firmannya, ‘sama sekali tidak demikian, sebenarnya apa yg selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” ‘(HR.Tirmidzi)
Kesalahan itu pasti merugikan seseorang atau lebih, maka kesalahan selalu meninggalkan hutang. Setidaknya hutang kesalahan itu sendiri di mata Allah SWT.
Hutang kesalahan itu harus dibayar. Begitulah peraturannya. Bahkan orang yang tak meyakini adanya tuhan pun percaya prinsip ini.
Yang menciptakan kita adalah Allah, dan kita kembalipun kembali pada Allah, dan kita tak bisa menentang ini semua. Maka, mungkinkah kita bisa lari dari membayar kesalahan?
Sejatinya, kita akan membayar segala kesalahan itu kelak, suka atau tidak suka.
Di sini, di dunia inilah sesungguhnya tempat yang paling memungkinkan kita membayar kesalahan. Jangan menunggu kehidupan di akhirat kelak, ketika segalanya sudah tidak mungkin lagi. Ketika sangat sulit bagi kita membayar kesalahan itu, kecuali dengan cara yang tdk kita sukai. Sebab di sana kita harus membayarnya dgn terpaksa. Dgn azab dan siksa, kecuali Allah mengampuninya.
Nurani kita yang jujur selalu menginginkan jalan kebaikan. Tetapi hawa nafsu kita yang angkuh menginginkan keburukan. Di situlah kejujuran dan keangkuhan bertarung. Melawan suara hati yang polos dan sejalan dengan fitrah.
Maka, di sini, di dunia ini, bayarlah kesalahan-2 kita. Selagi masih ada nafas. Selagi mata belum terlelap. Sebab toh suka atau tidak suka, kesalahan pada akhirnya akan terbayar juga. Kelak di hari segala amal ditimbang dan diberi pembalasan seadil-adilnya.
Referensi : Tarbawi

About amisha syahidah

selalu ingin berbagi hikmah disetiap kejadian.

4 responses »

  1. aslmkm..
    jazakillah ya ukh kunjungannya..😉

    Balas
  2. Alaikissalam
    Afwan, salam kenal n sering main y kerumahku🙂

    Balas
  3. na’am insya Allah..
    aku nawarin tuker link, mau ga ukh?
    link anti udah tak taro di blog ku.. ^^

    Balas
  4. oke deh segera ana letak link anti..🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: