RSS Feed

Bayangan Semu

Rasa itu kian jauh
Saat ku tau simpatiku berlebih
Tapi hati yang buta selalu patuh
Pada perintah manusia yang keruh
Aku merintih malu

Ku coba menghapus, ah keluh
Itu yang selalu teradu dalam diriku
Mengharap terbuang tanpa jemu
Tanpa jerih, hingga semua berlalu
Aku semakin terjatuh

Parah,
Tanpa merasa alpa dan hina
Aku terus dirulung dosa
Menikmati indahnya dunia fana
Yang gemerlap penuh cinta buta

Hingga bayangan itu datang
Menghampiri malu jiwaku
Tak kuasa ingin melawan
Nuraniku patuh mohon ampunan

Kini, semua nyata berbeda
Ia hanya semu belaka
Ia hanya kenangan saja

Suramnya jalan awal cahaya
Istiqomah kuharap padaNya.

About amisha syahidah

selalu ingin berbagi hikmah disetiap kejadian.

30 responses »

  1. Puisi kk emang selalu bagus2.. T.T

    Balas
  2. Puisi religinya bagus banget mbak…….. jangan sampai lah kita tertipu bayangan semu

    Balas
  3. Luar biasa puisinya, bermakna dalam. Salam kenal karena baru pertama mampir disini

    Balas
  4. Keren mbak puisinya..
    Dibalut dengan nuansa Islami, jadi semakin yang baca terbawa arus :’)

    Balas
  5. Puisi reliji yach..

    baguz dan sangat bermakna mbakk..

    Balas
  6. “Allah tidak membebaniseseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…(Q.S. Al-Baqarah: 286)….Semoga di pagi hari yang cerah ini, Allah memberikan kemudahan bagi dirimu wahai daudara/i ku untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. You will neverwalk alone. Innallaha ma’ana, because Allah always with us. Semangat.. Allahu Akbar.”

    Balas
  7. subhanallah..
    semoga disaat berlebihan menikmati kenikmatan dunia
    rasa malu cepat menampar jiwa..
    agar mudah say goodbye to futur..
    amiin..

    Balas
  8. selalu sejuk terasa ketika berkunjung ketempat ini.,., serasa diSurga (lebay) hehe..
    yup, tinggalkanlah yg semu,.., karena yg Halal itu sudah jelas dan yg haram pun sudah jelas..
    Subhanallah,, puisinya betul2 menyentuh… Syukron umi.🙂

    Balas
  9. Membaca, mengulang, dan merenungkan. Sungguh, aku turut memetik hikmah dari puisi ini. Makasih banyak ya…. betapa bayangan semua itu memperdaya, sungguh dunia juga fana, maka memperbanyak bekal untuk kehidupan yang abadi di sisi-Nya, betapa harus segera…

    Balas
  10. wow puisinya bagus banget
    kudapat inspirasi di sini

    Balas
  11. @ all: afwan ya,u/smentara sy blm bs bls coment,brkunjung kblog tmn jg posting di blog ini,krn lg brada ditempat yg tak mmungkinkan,ni aja blsx pake hp. miss u all

    Balas
  12. sesuatu yang semu memang tidak pernah menyenangkan ya bun~😥 bun~😥

    Balas
  13. dunia ini fana dan tiadalah abadi, akhiratlah tempat tinggal kita sesungguhnya

    Balas
  14. Koch ga’ apdet lagi mbakk..😀

    Balas
  15. Nggak ehhh..
    kakak lebih kece dalam nulis..

    huhu..Astaghfirullah, ga boleh iri! hehe

    Balas
  16. Baguss banget untaian kata2nya
    saya paling suka bagian ini :

    Parah,
    Tanpa merasa alpa dan hina
    Aku terus dirulung dosa
    Menikmati indahnya dunia fana
    Yang gemerlap penuh cinta buta

    Ngena banget !

    Balas
  17. ini hanyalah sebuah puisi tapi isinya penuh dengan makna kehidupan. luar biasa…

    Balas
  18. bagus puisinya…aku suka…salam kenal

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: