Feed RSS

penyakit campak

Salaamun ‘alaik teman2 semua..

Kali ini sy ingin berbagi pengalaman dg tmn2 smw.. terutama bwt para ibu dan bapak..

Sekitar 2 minggu yang lalu jagoan saya 22 nya baru terkena penyakit campak.. awalnya si bungsu yang kena.. gejala nya panas naik turun selama 3 hari diiringi dengan batuk dan flu, muntah2 dan diare. Kemudian muncul bintik2 merah di punggung dan wajah nya sedikit kemudian setiap hari nya bertambah banyak namun suhu badannya tetap panas dan batuknya sangat mengganggu apalagi di waktu tidur. anak saya yg kecil ni kalau sakit sangat rewel dan tak mau makan..akhirnya saya bawa ke dokter untuk meredakan panas dan batuknya..dan 3 hari kemudian anak sy yg bungsu ini pun sembuh dan bintik2 nya pun mulai menghilang..

Jpeg

Sehari kemudian giliran abangnya yang terkena demam, kemudian batuk dan flu nya juga menyusul juga muntah2 dan diare. Saya sudah curiga kalau si abang pasti tertular dari adik nya. Saya pun memberikan obat penurun panas dan obat batuk sembari mengecek2 badan si abang siapa tau ada muncul bintik2.. namun sudah 3 hari ruam merah nya tak kunjung muncul. Saya agak khawatir karena suhu badan si abang lebih tinggi dibandingkan adiknya..bibir nya merah dan gusi nya hitam, hanya saja saya masih ragu untuk membawanya berobat ke dokter..saya dan suami pun memutuskan untuk menunggu hari ke empat..namun di hari ke empat ruam merah nya tetap belum muncul. Saya pun browsing di google dan sy dapatkan informasi kalau anak yang tertular penyakit campak ruam merah nya akan muncul setelah 5 hari.

Namun kekhawatiran saya dan suami semakin tinggi karena suhu badan abang terlalu tinggi. Kami pun memutuskan untuk membawa nya ke dokter malam itu. Sesampainya di dokter sy sampaikan smw keluhan sy.

Awalnya dokter juga beranggapan bahwa abang tertular campak tapi ketika dia melihat isi mulut si abang dokter berasumsi kalau si abang terkena penyakit radang tenggorokan, ia pun memberikan obat radang tenggorokan. Karena sesampainya di rumah sudah larut malam si abang pun tertidur. Dan saya putuskan untuk memberikan obat nya mulai besok pagi.

Keesokan paginya ketika saya mau memberikan obat saya melihat ruam/ bintik merah nya sudah muncul di wajah dan badan si abang. Saya pun merasa yakin kalau si abang terkena campak dan informasi di google yang saya baca memang benar.

Jpeg

Dan kami memutuskan untuk tidak memberikan obat yang diberikan dokter malam itu khawatir salah obat.

Di hari ke 5 itu saya melihat daya tahan tubuh si abang sangat lemas dan tak bertenaga.. mau makan tapi semua yang dimakannya selalu dimuntahkan belum lagi ia juga terkena diare dan panas nya tak turun2. hari itu saya betul2 sedih melihat anak saya karena biasanya kalau si abang sakit selalu mau makan dan tak rewel. Tapi hari itu dia benar2 tak bertenaga dan hanya tiduran di tempat tidur sambil merengek.

Karena letih menjaga anak saya yang sakit saya pun cepat tertidur malam itu habis sholat magrib saya langsung tertidur pulas..namun sekitar jam sembilan saya terbangun karena ingat belum sholat isya. Saya melihat anak2 dan suami juga ikut tertidur. Saya langsung mengecek kepala si abang karena saya melihatnya mengigau, saya pun terkejut karena suhu panas nya tambah tinggi. Untuk menghilangkan kekhawatiran saya, saya pun menunaikan sholat isya dan berdoa memohon kesembuhan anak saya.

Setelah sholat saya membangunkan suami saya dan mulai mengompres anak saya. “Yah, panas nya Mush’ab gak turun2 malah tambah tinggi, gimana nih”. Bagusnya gimana? Tanya nya juga khawatir. Kita bawa aja lah ke rumah sakit yah, takut nya nanti kenapa napa.jawabku. oh iya lah lagian setau ayah kalau terlalu panas itu gak bagus karena bisa merusak saraf. Tambahnya. Akhirnya malam itu sekitar jam 10 malam kami pergi ke rumah sakit. Dan benar saja suhu badan si abang sudah 39,5 derajat. Akhirnya si abang di opname di rumah sakit.

Jpeg

alhamdulillah setelah di rawat di rumah sakit kondisi abang setiap hari nya semakin membaik. Dan setelah 3 hari di rumah sakit kami diperbolehkan pulang karena kondisi abang sudah membaik tinggal menunggu bintik2 nya hilang. Dan kini si abang sudah sembuh total. Semoga selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

Semoga pengalaman saya ini bermanfaat buat ortu dan teman2 sekalian.

Berharap Coretan itu Datang

Lama tak ku gerakkan tangan ini

Hingga lupa cara gemulaikan ayunannya

Lama tinta ini tak mengotori lembaran putihku

hingga tak tau rangkaian apa yang hendak di tulis

Ingin itu kembali datang

mengisi hariku yang rindu akan ungkapan

luapan hati yang lama terpendam

tak tercurah, penuh bersemayam

tak pernah kupungkiri akan sukaku

menarikan penaku dalam tulisan

hanya malas sering menghampiri

melupakan suka, membuatnya diam tak terasah

aduhai.. Kembalilah padaku

datanglah setiap waktu

agar penuh lembaran putihku

mengisi hari-hari ku

#KangenNulis

Bersih-bersih rumah

Assalamu’alaikum sobat semua….

Lama sudah kita tak bersua, jangankan bersua, singgah ke rumah sendiripun sudah tak sempat, entah karena sibuk atau karna apa pun tak tau, yang pasti kali ini kusempatkan waktu tuk singgah sebentar.

Luar biasa lebih dari setahun sudah rumah ku ini tak pernah kukunjungi dan hasilnya, debu menyambut kehadiranku, bau pengap menambah kusamnya karna tiada udara yang datang tuk menggantikan udara dalam ruangan, sawang-sawang rumah pun bertebaran di setiap dindingnya. Mumpung mau lebaran tak ada salahnya kubersihkan terlebih dahulu agar ia juga merasakan nikmatnya lebaran tahun ini.

Nah teman-teman berhubung saya mau bersihin rumah blog saya ini saya sudahi dulu ya, setelah ini insyaallah saya akan bersilaturahim ke rumah teman-teman sekalian. Miss you all.. 🙂

Daur Ulang Limbah part 2

assalamu’alaikum wr wb sobatsemua..

kali ini saya kembali posting tentang daur ulang, meski sudah lama tak ngeblog ria tapi saya masih ingat koq dengan blog saya yang sudah lama tidak saya urus..hehe..lama tak membuka blog ternyata tampilan nya sudah banyak yang berubah..oke lah sobat agar tak banyak membuang waktu, yuk kita lihat daur ulang terbaru yang kelompok kami buat ya.. dan yang bakal saya pamerkan di sini adalah sebagian hasil hiasan saya.. karena saya adalah bagian memplintiri koran dan menghiasi barangnya..

yang pertama kita lihat dulu plintiran koran nya ya..
ini dia koran yang sudah dipelintiri.. buat nya makan waktu juga lho..!

kemudian plintirannya di wantek atau diwarnai, terserah kita mau mewarnai dengan warna apa, tergantung selera. kemudian peintiran yang sudah diwarnai tersebutlah yang dijadikan untuk menghiasi pola yang sudah diberi pasir.. nih dia contoh barangnya..
Tempat tissue panjang Read the rest of this entry

Daur Ulang Limbah

salaamun ‘alaikum
akhir-akhir ini saya jarang buka blog dikarenakan kesibukan baru saya, yaitu ikut bantu-bantu membuat sebuah hasil kerajinan tangan yang terbuat dari daur ulang limbah. bahan-bahannya seperti pasir, kerdus, botol-botol plastik,dan koran bekas. contohnya seperti gambar di atas.
tapi itu belum dihiasi semuanya loh, masih polosnya saja.
Kerajinan ini terletas di depan rumah saya, jadi jika waktu senggang saya pergi bantu-bantu ke sana, nah karena kemaren banyak pesanan, jadinya gak sempat ngeblog dikarenakan deadline.
Adapun kerajinan yang dibuat seperti tempat tissue, tempat polpen, tempat sampah, bingkai poto,pot bunga dan masih banyak lagi macam-macam lainya, untuk contohnya yuk kita lihat di bawah.. 🙂

Tempat Tissue


Tempat Buah tampak atas


Tempat buah tampak bawah

Read the rest of this entry

Bekerjalah Maka Keajaiban kan Datang

Salaamun ‘alaikum
Judul di atas saya ambil dari salah satu judul buku yang ada di Dalam Dekapan Ukhwah karangan Salim A. Fillah. Saya begitu terkesan dengan buku ini terutama pada judul bagian ini “Bekerja Maka Keajaiban”, saya sangat suka sekali dan menjadi motivasi saya untuk melakukan sesuatu. Dalam buku tersebut dikisahkan tentang Kisah Hajar dan bayinya yang telah ditinggalkan oleh Ibrahim di suatu lembah. Langsung saja saya sharing kan ke teman-teman semua ya..
Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar, yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohonan tempat bernaung. Tak terihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insane untuk berbagi kesah. Kecuali bayi itu. Isma’il. Dia kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.
Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putra semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!” Read the rest of this entry

Teruntuk Suamiku

Teruntuk Suamiku

Suamiku,
Sepi berlalu dengan kehadiranmu
Kebahagiaan meliputi hari-hariku
Rahmat dari Nya sangat terasa di hatiku
Serpihan kasih sayang merasuk di kalbu

Suamiku,
Cintaku sungguh tak terhingga
Ikatannya seerat nyawa
Hanya kau sandaran Jiwa
Jauhpun kau ku ikut serta
Karena semua demi cinta

Suamiku,
Kini Tuhan sedang menguji kita
Kau di tempatkan jauh di mata
Tiada siapa tempat ku bersapa
Kini semua menjadi hampa

Suamiku,
Hari-hari kujalani penuh rindu yang siksa
Menunggu jalannya waktu terasa lama
Ku ingin selalu bersama
Mengakhiri jarak di mata.

“Amisha Syahidah”

Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML

Buat Blog nya Mush’ab

Assalamu’alaikum wr wb
pakabar sobat semua? semoga selalu dalam lindungan Allah SWT..aamiin..
tak terasa dah hampir dua minggu saya tidak ada postingan baru, maklum sesuai judul di atas, saya sibuk buat blog nya Mush’ab. hal ini dikarenakan Ide Pak dhe chalik yang membuat kontes blog poto anak-anak. karena bertujuan baik, saya pun berniat untuk mengikuti dan meramaikannya sebagai peserta.
bagi temen-temen yang ingin kenalan dengan Mush’ab dan singgah sebentar ke rumahnya silahkan berkunjung ya di blog nya Mush’ab Arraihan.. ditunggu loh..
untuk sementara itu dulu ya sobat..
wassalamu’alaikum wr wb

Rindu kampung banget..

salam ‘alaik sobat semuanya..semoga tidak bosan dengan blog saya yang kali ini masih membahas rindu kampung..
kali ini saya ingin curhat sekalian meminta solusi pada temen-temen semua..
Hanya Allah dan aku lah yang tau seberapa hebat rindu ini menghujamku, tak pernah kurasa rindu seberat ini. ia bagai beban yang terus menempel di pundakku. sungguh aku ingin pulang walau sesaat saja. aku tak tau apakah ini bawaan keinginanku yang sedang hamil atau lebih sering dibilang ngidam atau apalah, yang penting tiada lain yang kuingin selain pulkam.
tapi masalahnya, seperti postingan saya sebelumnya, bahwa tipis sekali harapan saya kepada suami untuk bisa pulang. hanya keajaiban dari Allah yang saya tunggu. tapi waktu terus berjalan, pernikahan sepupuku pun sudah di depan mata, aku belum jua mendapat tanda2 akan segera pulang. apa yang harus kulakukan?
ada solusi dari teman agar aku dianjurkan pulang sendiri dengan membawa anakku Mush’ab. mau sebenarnya hati ini, tapi keliatannya hanya 1% izin itu kemungkinan diberi oleh suami. dikarenakan suamiku yang khawatir ada apa2 di jalan, belum lagi aku yang baru satu kali naik pesawat dan belum begitu pengalaman, ples dengan kondisiku yang saat ini sedang mengandung, dan mush’ab yang belum bisa jalan.
aku yakin itu semua yang membuat suamiku khawatir melepaskanku pulang sendiri.
lalu, jika aku tak jadi pulang, tak tau rasanya bagaimana menjalani hidup ini. dua minggu ini saja saya lalui dengan hari-hari yang murung tak bergairah, karena hati dan pikiranku yang sedang pulkam namun jasadku masih di kota Palu.
apa yang harus kulakaukan?

Rindu Kampung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

keluargaku tercinta

Sobat, kali ini saya ingin memposting tentang curhatan hatiku yang begitu merindukan kampung halaman, kampung di mana aku dibesarkan, kampung di mana begitu banyak kenangan, kenangan masa-masa kecil hingga dewasa dan juga kenangan bersama teman-teman, terlebih lagi bersama orang-orang tercinta yakni keluargaku sayang..

Sudah dua tahun lebih aku meninggalkan kampungku, dan itu sejak aku sudah berganti status menjadi seorang istri yang harus taat pada suami dan ikut kemanapun suami pergi. Sejak saat itu lah aku tak pernah menginjak kampungku lagi. Mudah saja sebenarnya jawabannya untuk menghapus rindu itu itu, “pulkam” yah, itu lah jawabannya.

Tapi jarak yang begitu jauh antara tempat tinggalku sekarang dengan kampungku masyaallah jauhnya, aku harus melewati tiga pulau terlebih dahulu. Dari Sulawesi sampai ke sumatera. Jauh banget kan? Read the rest of this entry